Sunday, July 6, 2014

Bukit Tidar: Pusatnya Kota Magelang dan Pakunya Tanah Jawa

Menara Bukit Tidar
Mengikuti tarikan hati, menggiring langkah menuju ke Bukit Tidar Magelang. perjalanan cukup santai melaju dari Seyegan Sleman Yogya, menuju Mertoyudan untuk menghampiri rekan. Mendung tiba, dan hujan pun turun lebat sehingga memaksa kami untuk berteduh  sejenak. Akses jalan cukup mudah melewati  New Armada lurus dan melewati area pemukinan dengan jalan aspal yang cempit, parkir kendaraan dan melapor petugas dan membayar restribusi secukupnya kata petugas..hoho.

So, Bukit Tidar adalah bukit yang terletak di bagian Magelang Selatan dan terletak di dalam kompleks Akademi Militer, sebutan yang terkenal dari bukit ini adalah sebagai Paku pulau Jawa. Di atas bukit ini terdapat beberapa makam dan petilasan dari leluhur masyarakat Magelang.
Bukit Tidar ini tidak terlalu tinggi, tapi pohon-pohonan di sini berfungsi sebagai paru-paru kota sehingga udara Kota Magelang selalu segar, dari sini juga anda dapat menikmati pemandangan Kota Magelang dari atas Tugu Akademi Militer.

Tangga dan Pepohonan di Bukit Tidar
Gunung tidar yang berada pada ketinggian 503 meter dari permukaan laut inipun dalam legenda dikenal dengan pakunya pulau jawa dan memiliki sejarah yang berkaitan dengan perjuangan bangsa indonesia. Menurut cerita yang ada konon gunung tidar tidak ada yang berani mendatangi kawasan ini karena tempat ini ditunggu oleh jin dan setan yang dipimpin oleh Kyai Semar.




Setiap ada orang yang berniat untuk tinggal di gunung tidar ini maka Kyai Semar akan mengutus anak buahnya yang berupa raksasa raksasa untuk memangsanya. Namun setelah Syaikh Subakir berhasil menaklukkan gunung Tidar yang pertama kali dengan mengalahkan jin penunggu gunung Tidar maka keberadaan gunung Tidar mulai banyak dikunjungi orang.

Makam Syekh Subakir
Sampai akhir hayatnya Syaikh Subakir berada di gunung Tidar, dan makamnya dapat kita jumpai di atas gunung tidar tersebut yang hingga saat ini sebagai tempat ziarah kubur menjelang bulan ramadhan tiba. Selain makam Syaikh Subakir ada makam yang panjangnya 7 meter yang merupakan makam Kyai Sepanjang, Kyai Sepanjang merupakan tombak dari Syaikh Subakir untuk mengalahkan para Jin Gunung tidar.




Pohon Cemara
Situs makam terakhir yang kita jumpai sewaktu mendaki Gunung Tidar adalah Makam Kyai Semar. Namun menurut beberapa versi ini bukanlah makam kyai Semar yang ada dalam pewayangan. Tetapi Kyai Semar, jin penunggu Gunung Tidar waktu itu. Meski demikian banyak yang percaya ini memang makam Kyai Semar yang ada dalam pewayangan itu. Dan mana yang benar, adalah tinggal kita mau mempercayai yang mana.






Untuk mencapai puncak Tidar tidak dibutuhkan waktu yang lama hanya sekitar 30 menit, dengan keberadaannya yang masih alami terdapat pohon-pohon pinus dan tanaman buah buahan tahunan seperti salak hasil penghijauan era tahun 1960 yang menjadikan gunung Tidar semakin hijau. Selain itu banyak monyet yang berada di bukit ini, karena kita naik bukit setelah turun hujan tangga naik cukup basah dan suasana begitu sejuknya.


Tugu "Sa"
Di puncak Gunung Tidar ada lapangan yang cukup luas. Di tengah lapangan tersebut terdapat sebuah Tugu dengan simbol huruf "Sa" (dibaca seperti pada kata Solok) dalam tulisan Jawa pada tiga sisinya. Menurut penuturan juru kunci, itu bermakna 'Sapa Salah Seleh' (Siapa Salah Ketahuan Salahnya). Tugu inilah yang dipercaya sebagian orang sebagai Pakunya Tanah Jawa, yang membuat tanah Jawa tetap tenang dan aman.

Ada yang membuat kami terkesan adalah sewaktu kami mengunjungi makam Kyai Semar, ternyata bareng dengan salah seorang peziarah sehingga pintu terbuka dan kami bisa masuk, dan ketika hendak turun sang pengunjung tadi sepertinya masih ingin beristirahat di sekitaran makam Syeh Subakir. Begitu kita lewat dihadapan nya dan menyapa orang itu mengucap "selamat ya.." sungguh begitu membuat hati kami bertanya-tanya dalam perjalanan turun, apa kira-kira maksud dari ucapan selamat ituh.. Tapi ya sudahlah, semoga maksudnya cukup baik..

Sampailah sudah di bawah, kita pun beranjak dari Bukit Tidar dan menikmati kuliner sore hari di warung makan Kupat Tahu yang begitu special di daerah Mertoyudan..



No comments :