Friday, August 8, 2014

Kunjungan Special: Wisata Alam Paco Blitar

Telaga Paco
Sungguh suatu hal yang tidak dinyana-nyana saya bisa sampai ke Kota Blitar kembali setelah sekian lama tidak berkunjung ke kota itu. Adalah dalam rangka mengantar rekan untuk kembali ke Blitar setelah hadir ke kota Jogja dalam acara liburan lebaran taun 2014 ini. Pada kondisi ini saya ditemani oleh Jery, oleh karnanya mobil diisi tujuh orang penumpang. Berangkat dari Jogja hari Jum'at sore 1 Agustus 14 dengan menaik inovi eh innova, dengan waktu tempuh sekitar delapan jam jalan santai.


Dalam perjalanan begitu menyenangkan, dan kondisi jalan yang tidak terlampau padat, melewati jalur Karanganyar menuju Magetan kami pun menyempatkan rehat sejenak di Cemoro Kandang.
Di pinggir jalan terdapat warung-warung yang menjajakan aneka makanan ringan dari Tahu  goreng hingga sate kelinci, sekedar menikmati kopi panas dalam suhu yang cukup dingin ini kamera pun tak ketinggalan untuk difungsikan.. haha..mpoto-poto bero..

Adhieswand
Pohon yang megah
Singkat cerita, jam duaan dini hari pun sampai di rumah mas Aries dikota Lodoyo Blitar, barang bawaan pun mulai diturunkan dari kendaraan dan istirahat. Cahaya matahari mulai meninggi dan sudah bersiap untuk menikmati sarapan Lodho ayam khas setempat. Setelah selesai makan, rombongan menuju ke rumah ortu mbak Mey. Dikarenakan Mas Aris dan Mbak Mey ada acara reuni di SMP nya hari itu saya dan Jery ditemani oleh adik-adik  dan anake Mbak Mey untuk melihat-lihat sisi lain dari Kota Blitar ini.

Cerahnya langit Lodoyo
Paco dari atas
Adalah Wisata alah Paco menjadi tujuan kami, wisata ini secara administratif terletak di Desa Panataran, Nglegok, Kabupaten Blitar. Lokasi obyek wisata ini cukup strategis karena berada di antara obyek wisata komplek Candi Penataran dan Candi Gambar Wetan. Selain itu, lokasi obyek ini juga berada di pinggir jalur alternatif Blitar – Obyek Wisata Gunung Kelud. Secara umum rute menuju Wisata Alam Paco adalah: Blitar – Nglegok – pertigaan sebelum pintu masuk kawasan wisata Penataran ke kanan (ke arah Perkebunan Candi Sewu) –  Wisata Alam Paco.

Begitu rindangnya pepohonan di Paco
View dari sudut selatan telaga
Wisata Alam Paco ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB sampai Pukul 16.00 WIB. Untuk dapat masuk dan menikmati keasrian Wisata Alam Paco, pengunjung diharuskan mengeluarkan biaya sebesar Rp. 3.000,-. Dengan tariff yang sangat murah ini pengujung sudah dapat menikmati suasana alam Paco yang asri.

View dari sisi utara telaga

Terima kasih : Aris, Verrel, Vio, Via, Sus..
Paco (Pacoh/ Pacuh) ini merupakan telaga alami yang terletak di antara rerimbunan pohon karet bolu raksasa. Kawasan ini awalnya merupakan tempat tampungan air irigasi, namun karena memiliki suasana dan pemandangan yang potensial, pada tahun 2011 kawasan ini mulai dikembangkan menjadi obyek wisata. Wisata Alam Paco dikembangkan oleh PT Perkebunan Nusantara XII Bantaran Penataran. Kawasan wisata ini menempati area seluas 5.1 ha. Di area tersebut dibangun berbagai fasilitas pendukung wisata seperti taman, toilet, gazebo, dan jungle track.
Sebuah jembatan bambu di taman Paco 
Udud dulu Gan
Di lokasi, pengunjung dapat merasakan suasana yang syahdu, dengan pohon yang begitu rindang dan gagah serta udara yang cukup segar. Banyak para pengunjung memanfaatkan kunjungannya untuk memancing ikan, dengan telaga yang begitu luas dan spot-spot yang nyaman untuk memancing. Selain itu mereka dapat mengintari telaga melalui jalan setapak yang cukup baik, melewati jalur hutan dengan pepohonan besar dan indah. Disisi tenggara juga terdapat taman dan gazebo untuk bersantai dan menikmati pemandangan telaga dan pepohonan.
Taman di sisi selatan, silir Gan
Gelantungan bro, Vio mulai galau
Ayunan Paco..

Bersama Jeri, Via, Vio Verel, Aris dan Cus.. sejenak rileks di meja meeting bambu yang berada di bawah pohon yang indah, melihat anak-anak pada main gelantungan di akar pohon itu cukup menarik hasrat kami untuk turut serta menjajal bergelantungan bagaikan tarzan. haha.. Ternyata yo memang seru nian mainin gelantungan di akar gantung itu.
Vio pun termenung
Dan ternyata Vio lepas dari perhatian kami, jebul mutung dolan dewe.. waduh, dengan sigap coba kukejar kemana Vio beranjak, fiuh dan akhirnya Vio pun dapat di pulihkan kembali.. Menjelang sore kami cukupkan di Paco dan berangkat menuju Alun-alun kota untuk mangan ringan Bro..

Tolong, daku hendak diceburin Vio..
Suasana di Paco Gan..

6 comments :

ARIES JAYA said...

wah,,ternyata asiik betul. lha kok malah yang deket belum pernah kesini ya. besok harus dicoba nih. Bawa alat pancing, dan alat pemanggang, pasti Nyoss

ARIES JAYA said...

lha itu sudah ada photonya cinta haha.

Adhieswand said...

haha, iya mas, perlu dijajal itu mancing n manggang di sana..

Unknown said...

fotonya ada yang kurang Mas.. view pohon2 besar yang baru masuk kan ada tangga turun, itu kalo difoto dari bawah sehingga nampak tangga2nya kata mas Jerry amazing nan.. pohon2nya tampak lebih gagah dan megah...

Adhieswand said...

ya..

Anonymous said...

ming ra ngejak ajak...