Tuesday, February 28, 2012

Barong Bali

Barong adalah karakter dalam mitologi Bali. Ia adalah raja dari roh-roh serta melambangkan kebaikan. Ia merupakan musuh Rangda dalam mitologi Bali. Banas Pati Rajah adalah roh yang mendampingi seorang anak dalam hidupnya. Banas Pati Rajah dipercayai sebagai roh yang menggerakkan Barong. Sebagai roh pelindung, Barong sering ditampilkan sebagai seekor singa. Sendratari tradisional di Bali yang menggambarkan pertempuran antara Barong dan Rangda sangatlah terkenal dan sering dipertunjukkan sebagai atraksi wisata.
Barong singa adalah salah satu dari lima bentuk Barong. Di pulau Bali setiap bagian pulau Bali mempunyai roh pelindung untuk tanah dan hutannya masing-masing. Setiap Barong dari yang mewakili daerah tertentu digambarkan sebagai hewan yang berbeda. Ada babi hutan, harimau, ular atau naga, dan singa. Bentuk Barong sebagai singa sangatlah populer dan berasal dari Gianyar. Di sini terletak Ubud, yang merupakan tempat pariwisata yang terkenal. Dalam Calonarong atau tari-tarian Bali, Barong menggunakan ilmu gaibnya untuk mengalahkan Rangda.

Tipe Barong

Barong singa adalah barong paling umum ditemukan di Bali. Di Bali masing-masing kawasan memiliki roh penjaga di hutan atau tanahnya. Masing-masing roh pelindung ini digambarkan dalam bentuk satwa tertentu, Yaitu:
Barong Ket: barong singa, barong paling umum dan melambangkan roh kebaikan.
Barong Landung: barong berwujud raksasa, dipengaruhi budaya Tionghoa dan bentuknya mirip Ondel-ondel Betawi
Barong Celeng: barong berbentuk babi hutan
Barong Macan: barong berbentuk macan atau harimau
Barong Naga: barong berbentuk naga atau ular

disini saya hanya ingin berbagi cerita gambar saya sewaktu berkunjung ke Bali tahun lalu..

Meja Diskusi

Ini dia salah satu karya terindah saya. sebuah meja kotak yang bisa di posisikan di kantin untuk tempat duduk bareng, berdiskusi bercanda belajar dan macem-macemnya deh. Posisi meja utama di tengah dan dikelilingi tempat duduk yang jarak bisa disesuaikan dengan pengguna.
Bener manteb dan Istimewa deh ini meja, satu set meja ini menghabiskan biaya sekitar empat juta rupiah, namun bisa disesuaikan dengan penggunaan papan meja dan tempat duduknya dengan ketersediaan dana. Untuk penggunaan kayu jati diperkirakan bisa mencapai dua kali lipatnya gan, bahan utama besi kolom atau biasa di toko besi disebut Stall, dengan ketebalan yang sesuai.

Dengan dimensi meja utama: 1300x1300 mm : P= 1,3 m L= 1,3 m..
tinggi dari lantai = 740 cm,
tempat duduk : P= 900 cm L= 160 cm..

lha ini pose saya waktu mencoba pertama kali meja ini.. manteb gan..
So, bagi yang tertarik memiliki meja bisa menghubungi saya langsung tanpa perantara,
085727387480 ..

dapatkan bonus menarik bagi pemesan beruntung..

Customer Satisfaction

berbagi cerita deh, ya ini tentang kesedihan ku terhadap pelayanan dari sebuah penyedia jasa yang saya alami. Awalnya handphone saya terjatuh dengan sangat kerasnya hingga beberapa komponen pun lepas diantarane resistor power dan konektor power, dan akhirnya saya pun berniat memperbaiki di tempat sercive hape tuh di sekitaran Jl, Poncowinatan..

oke, kita lanjutkan.. dan saya diterima pelayan dengan lembut waktu itu, walaupun mungkin agak kurang seru ya.. langsung aje, namane Tirt* cell dan saya menyampaikan keluhan dan kronogis tentang hape saya.. oke akhirnya diterima dan diutarakan hape musti dicek dulu sekitar seminggu, oke jawabku. dan saya pun hengkang dari tempat itu.

selang beberapa hari saya ditelpon oleh mbak nya dan disampaikan bahwa disanatidak tersedia komponen untuk memperbaiki hape saia itu, n saya tanya solusinya gimana mbak?, apa bisa di kanibal kataku..n dibilangnya bisa. So, setelah itu pun langsung saya hunting hape dengan seri yang sama dengan hape saya, dan akhirnya ketemu dari salah seorang rekan dan langsung saya anter ke Tirt* cell itu. dan saya tunggu lama kok hp tidak kunjung selesai, sudah sebulan dari waktu itu tidak ada kabar..wah perasaan saya mulai gelisah kan. Saya paksakan untuk menghampiri tempat itu dan apa yang saya pikirkan pun benar adanya, bahwa hp tidak di kerjakan dan dengan dalih tidak berani bongkar..APPAAAh kubilang dalam hatiku yang terdalam, gila aja waktu ku terbuang lagi..ya heran aja lo lha wong tempat service kok ga berani bongkar ne yang bego sapa jal..
dan tampa basa basi ya saya cabut dari tempat itu coy, parah deh..udah bolak-balik..kena parkir pula..parah nian.

So, saya putuskan untuk pindah tempat service, adalah SC*ll yang saya tuju waktu itu, ya karena lumayan ada namanya deh itu tempat. Kembali saya ceritakan kerusakan hp nya n berharap bisa di rekondisi, pelayan pun memberikan nota terima dan berkata untuk di cek terlebih dulu kira-kira SEMINGGU akan dikabari..OKE saya bilang. hari demi hari berlalu, kutunggu dan kutunggu kabar dari SC ko belum ada, semakin gelisah dan gelisah..akhirya sudah sebulan ga ada kabar saya langsung samperin tuh conter ..MAS, gimana perkembangan HP saya.. dicek nota dan masuk untuk anbil barange..dan apa yang di nyana nyana ra cetho kabare..mas ga bisa e..jabawan yang mutu pun keluar dari mulut pelayan itu.. mas, iki wes sebulan jhe, kok ora di kabari dari kemarin2, jare meh seminggu di hubungi..damput.. tak akhiri dengan senyum, langsung cabut..parkir lagi ashyoe..

so, silahkan ambil hikmahnya gan..

Saturday, February 18, 2012

Sunday, May 22, 2011

Tes Kepribadian Dengan Gambar

Seorang psikolog mengembangkan bentuk-bentuk ini, yang telah diuji secara luas di dunia selama beberapa tahun. Warna warnanya telah mengalami perbaikan dan diuji lagi sampai didapatkan satu set bentuk yang terbaik. Bentuk-bentuk ini mewakili sembilan tipe kepribadian dasar. Pilih sebuah bentuk di bawah ini yang paling anda senangi lalu baca kepribadian anda di bawahnya.
Ingat, pilihan anda harus jujur dan tidak boleh dimanipulasi karena hasil test tipe kepribadian ini hanya anda yang tahu.
Photobucket

Jawaban yang Anda pilih:

Gambar Nomor 1. Introspektif, Sensitif, Reflective
Anda lebih sering dan fokus terhadap diri dan lingkungan sendiri daripada berinteraksi dengan orang lain. Anda membenci kedangkalan, lebih senang menyendiri daripada terluka karena bisikan orang. Tapi hubungan anda dengan teman-teman anda sangat intensif, yang memberikan anda ketenangan dan keserasian yang anda butuhkan untuk merasa baik. Bagaimanapun itu bukan masalah bagi anda untuk menyendiri untuk beberapa waktu tanpa menjadi bosan.

Gambar Nomor 2. Mandiri, Tidak biasa (tidak konvensional), Tak terkekang
Anda menginginkan kebebasan dan ketidakterikatan hidup yang membiarkan anda menentukan jalan anda sendiri. Anda memiliki bakat artistik dalam kerjaan anda dan aktifitas luang. Desakan untuk bebas kadang menyebabkan anda melakukan perbuatan yang sangat berlawanan dengan apa yang anda inginkan. Gaya hidup anda sangat individual. Anda tidak akan meniru secara buta apa yang sedang "in", di sisi lain anda mencari kehidupan yang sesuai dengan cita-cita dan dan pendirianmu, bahkan bila harus berenang melawan pasang.

Gambar Nomor 3. Dinamis, Aktif, Mementingkan hal-hal lahir
Anda sungguh berkeinginan untuk menerima beberapa resiko dan berkomitmen kuat dalam menukar ketertarikan dan pekerjaan yang bervariasi. Rutin, berlawanan, cenderung berefek melumpuhkan anda. Apa yang paling anda sukai adalah bisa memainkan peran dalam banyak bidang. Dalam melakukannya, inisiatif anda lebih kuat.

Gambar Nomor 4. Bersahaja, Sangat teguh pendirian, harmonis
Anda menghargai gaya dan cinta alami yang tidak rumit. Orang mengagumi anda karena anda memiliki kemampuan kuat dan mereka bergantung pada anda. Anda memberikannya pada orang yang dekat perlindungan dan jarak. Anda merasa hangat dan manusiawi. Anda menolak segala sesuatu yang mencolok dan usang. Anda cenderung ragu pada tingkah/perubahan trend mode. Bagi anda, pakaian harus praktis dan bagus yang tidak menonjol.

Gambar Nomor 5. Professional, Pragmatis, Percaya diri
Anda bertanggung jawab pada hidup anda, meletakkan lebih kecil keberuntungan anda dan lebih kepada perbuatan sendiri. Anda memecahkan masalah dengan tindakan yang praktis dan tidak rumit. Anda memandang secara realistis sesuatu dalam hidup anda dan menanganinya dengan baik. Anda diberi tanggung jawab yang besar dalam pekerjaan, karena orang tahu bahwa anda dapat diandalkan. Kekuatan tegas terhadap kemauan akan memproyeksikan keyakinan anda terhadap orang lain. Anda tidak akan pernah benar-benar merasa puas sampai semua cita-cita anda tercapai.

Gambar Nomor 6. Tenang/Damai, Bijaksana, Tidak Agresif
Anda menanggapi hidup mudah karena bijaksana. Anda mendapatkan teman tanpa kesukaran karena menikmati keprifasian anda dan kemandirian. Anda sering menjauh darinya dan menyendiri dari waktu ke waktu untuk merenungi arti kehidupan dan menikmati sendiri. Anda membutuhkan tempat untuk persembunyian yang indah, tapi anda tidak seorang penyendiri. Anda tenang terhadap diri sendiri dan dunia, dan menghargai hidup dan apa yang dunia tawarkan.

Gambar Nomor 7. Riang, Suka bermain/melucu, menyenangkan
Anda menyukai kehidupan yang bebas dan spontan. Dan anda berusaha menikmatinya secara penuh karena memegang moto "Anda hanya hidup sekali." Keingintahuan anda besar dan terbuka terhadap segala sesuatu yang baru, anda berkembang dengan perubahan. Anda menganggap lingkungan anda serbaguna dan selalau memberikan kejutan.

Gambar Nomor 8. Romantis, Pemimpi, Emosional
Anda sangat sensitif. Anda menolak melihat sesuatu dari sudut pandang kesederhanaan dan rasionalitas. Apa yang perasaan anda katakan sangat penting untuk anda. Kenyataanya, Anda merasa penting untuk memiliki mimpi-mimpi dalam hidup. Anda menolak orang yang mencemoohkan romantisme dan hanya dikendalikan oleh rasionalitas. Anda menolak untuk membiarkan sesuatu membatasi keragaman kekayaan mood dan emosi anda.

Gambar Nomor 9. Analitis, Terpercaya, Percaya diri
Senstifitas sebentar anda mewakili kualitas dan ketahanan yang tinggi. Konsekuensinya, anda suka menyelimuti diri anda dengan "mutiara kecil" yang anda temukan di mana pun orang lain mengabaikannya. Lalu, Budaya sangat mempengaruhi kehidupan anda. Anda telah temukan kehidupan anda sendiri, yaitu elegan/luwes dan eksklusif, bebas dari pengaruh mode. Ideal anda, anda mendasarkan kehidupan anda, adalah dibudayakan kesenangan. Anda menilai tingkatan budaya seseorang pada siapa anda berbicara.

Silahkan dicoba menganalisa pribadi Anda..

lmu psikologi:

Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:

Menjelaskan
Yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif.
Memprediksikan
Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi.
Pengendalian
Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan atau treatment.

Pendekatan Psikologi

Tingkah laku dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda-beda, dalam psikologi sedikitnya ada 5 cara pendekatan, yaitu

Pendekatan Neurobiological
Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf. Pendekatan neurobiological berupaya mengaitkan prilaku yang terlihat dengan implus listrik dan kimia yang terjadi didalam tubuh serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari prilaku dan proses mental.

Pendekatan Prilaku
Menurut pendekatan ini tingkah laku pada dasarnya adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R atau suatu kaitan Stimulus – Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.

Pendekatan Kognitif
Pendekatan ini menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Jika dibuatkan model adalah sebagai berikut S – O – R. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.

Pendekatan Psikoanalisa
Pendekatan ini dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, implus, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
Pendekatan Fenomenologi
Pendekatan ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.

Kajian Psikologi

Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:

Psikologi perkembangan
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut.
Psikologi sosial

mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :

1. studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)
2. studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain
3. studi tentang interaksi kelompok, misalnya : kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama, persaingan, konflik;

Psikologi kepribadian
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.
Psikologi kognitif
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi, proses belajar, kemampuan memori, atensi, kemampuan bahasa dan emosi.

Wilayah Aplikasi Psikologi

Wilayah Aplikasi psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. walaupun demikian, belum terbiasanya orang-orang indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah aplikasi ini rancu. misalnya, seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan, atau sebaliknya.

Psikologi pendidikan
Psikologi pendidikan adalah perkembangan dari psikologi perkembangan dan psikologi sosial, sehingga hampir sebagian besar teori-teori dalam psikologi perkembangan dan psikologi sosial digunakan di psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan mempelajari bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan, keefektifan sebuah pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah.

Psikologi sekolah
Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi.
Psikologi Industri dan Organisasi
Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu, sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya.
Psikologi Kerekayasaan
Penerapan Psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error).
Psikologi Klinis
Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal.

Salah Kaprah Tentang Psikologi :

Psikologi Bukan Ilmu Pengetahuan
Psikologi telah memiliki syarat untuk dapat berdiri sendiri sebagai ilmu pengetahuan terlepas dari Filsafat. (Syarat Ilmu Pengetahuan: Memiliki Objek (Tingkah laku), memiliki Metode Penelitian (sejak laboratorium Wundt didirikan psikologi telah membuktikan memiliki Metode Ilmiah),sistematis,dan bersifat universal.

Lihat keterangan lebih lanjut dari bahasan ini dalam artikel Kontroversi ilmu psikologi.

Salah Penggolongan
Berbagai hal yang berbau kepribadian sering dimasukan kedalam psikologi, semisal: ramalan-ramalan seputar kepribadian (palmistry, chirology, dll.) sehingga terbentuk pandangan tentang psikologi bukanlah ilmu pengetahuan.

Terjebak Dengan Kata Psikotes
Psikologi bukan hanya psikotes, tetapi inilah bagian dari psikologi yang paling populer di masyarakat. banyak kalangan yang sinis dengan psikologi karena psikotes, bagaimana psikolog dapat memvonis potensi seseorang dengan hanya selembar test? tidak, masih banyak metode lain yang dapat digunakan, akan tetapi (misalkan dalam test lamaran pekerjaan) sangat tidak mungkin menerapkan semua metode yang dimiliki psikologi dalam waktu yang sempit dan klien yang banyak.

Psikologi Melakukan De-humanisasi
kebalikannya, psikologi memandang setiap individu adalah unik, bahkan psikotes dilakukan untuk lebih memahami keunikan dari setiap individu. Justru, kalangan yang menyamaratakan setiap individu secara tidak langsung memvonis manusia adalah robot (dehumanisasi) yang tidak memiliki keunikan satu sama lainnya.

Parapsikologi Bagian dari Psikologi
Parapsikologi walaupun terdapat nama psikologi bukanlah psikologi ataupun cabang dari ilmu psikologi. parapsikologi berkembang tersendiri terlepas dari psikologi. parapsikologi mempelajari semua hal yang berhubungan dengan manusia dan pikirannya (dalam hal ini, sebagian besar dengan ramalan) sedangkan psikologi hanya mempelajari tingkah laku manusia yang dapat dilihat (observerble) dan dapat diukur (measureable).silahkan mempelajari dan ..

Sukses Buat Anda

Thursday, May 19, 2011

Aku Mencintaimu Suamiku …

Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.
Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Cinta itu butuh kesabaran…Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..

Pernikahan kami sederhana namun meriah….. Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula. Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu.. Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku. Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami. Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.

Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku… Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA. Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…

Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.

Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.

Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.

Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.

Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.

Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.

Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …

“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.

Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada

kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”

Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya Salah ataupun Tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.

Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

***

Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.

Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru saja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.

Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”

Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”

Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”

“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.

“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.

”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.

Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama Suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena Suamiku sangat sayang padaku.

Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.

Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.

Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.

Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.
Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.

Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.

Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..

Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.

Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..

Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..

Lebih baik aku tutupi dulu tentang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.

Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…

Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.

Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.

Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.

Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.

Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.

Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.

Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..

Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..

Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.

Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.

***

Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.

Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?

Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.

Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.

Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah..

Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.

Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.
Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.

Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.

Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.

Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.

“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.

“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.

“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.

Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.

Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”

Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.

Lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.

Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..

***

Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..

Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.

Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir, tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.

Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.

Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.

“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.

”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..

Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.

Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?

“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.

Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.

“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.

Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.

Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“

MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..

Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau

kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.

“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.

Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.

Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah.

‘’Untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami..”

Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.

Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”

Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”

Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”

Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”

”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.

Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..

Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?

Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“

Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.

Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.

Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”

Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.

Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk!“

“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.

Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.

Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu..

Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.

Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku

save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”

Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.

“Apakah kamu sudah siap?”

Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :

“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.

Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”

Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…

“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.

Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.

Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita lihat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”..

Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.

Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.

Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.

Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.

***

Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.

Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.

Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku.. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.

Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.

Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?

Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.

Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.

Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.

“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”

Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..

Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”

Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.

Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”

”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.

Lalu suamiku berkata, ”Bun, Ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda..”

Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.

Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah.. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu..“

Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.

Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.

Keesokan harinya…

Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.

Aku pun dilarikan ke rumah sakit..

Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..

Aku merasakan tanganku basah..

Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.

Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”

Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?

Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”

“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”

Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.

Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.

Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..

Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..

Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.

Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.

Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami.

Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma?

Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma?

Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku.. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya..”

***

Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.

==========================
===========================

Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?

Aku dihina oleh mereka ayah..

Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?

Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..

Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah ?

Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..

Aku diusir dari rumah sakit.

Aku tak boleh merawat suamiku.

Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.

Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.

Aku sangat marah..

Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan

ibunya..

Aku tak mau sakit hati lagi..

Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..

Engkau Maha Adil..

Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..

Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..

Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..

Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..

Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..

Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..

Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu. Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui, tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku. Aku harus sadar diri.

Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu..

Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?

Ayah.. aku masih tak rela..

Tapi aku harus ikhlas menerimanya.

Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya. Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku. Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir. Sebelum ajal ini menjemputku.

”Ayah.. aku kangen Ayah..”
’’Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..

Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.

Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.’’

Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur..

Bunda akan selalu hidup dihati ayah..

Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..

Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.

Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..

Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin Ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus..

Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..

Bunda.. kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui..

Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..

Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang..

’’Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka.

Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja..

Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?

Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?

Tunggulah Ayah disana Bunda..

Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..

’’Ayah Sayang Bunda….’’

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: :::

thanks capcus

Sunday, December 19, 2010

Suatu Ketika

Seperti biasanya tiap ada event semester dan tengah semester kami selalu mendapat bagian untuk turut serta dalam kegiatan ujian semester dan tengah semester, bahkan semeter pendek pun juga demikian.. waktu itu sedang berlangsung ujian tengah semester ganjil tahun ajaran 2010/2011, pada akhir Oktober hingga tgl 5 November 2010. Sebelum ujian semua panitia dan pengawas berkumpul untuk koordinasi tentang pelaksanaan ujian, pembagian jadwal ngawas, refresh tatib dan ketentuan yang mesti dilaksankan. beberapa alumni juga ikut dalam ngawas ujian tersebut, saya lihat dari alumni beberapa jurusan; kimia, informatik, industri, dan lainnya..asisten kawakan pun turut serta.. diantara meraka pun ada yang akrab karena sering ngawas bareng, dan timbul perbincangan singkat..ya dalam mengawas kita dituntut untuk menjalankan ujian dengan kondusif, berjalan lancar dan tertib, tentu kita akan menghadapi berbagai macam tipe mahasiswa dari yang aangkatan oldist dan pasti selalu ada maba.. dari situ ada yang kalem, berisik, licik, jutek, manipulatif, cuek dan lainnya namun juga banyak yang sportif dan tertib.
btw, lanjut ae ke crita teruz nye..waktu ntuh Tgl 3 Nov '10 sperti biasa ujian berkangsung dengan lancar dari pagi, ya memang dari tanggal 26 Okt gunung Merapi sedang terjadi erupsi, dan suasana waktu itu pun sedikit mendung gelap awan kelam menyelimuti kampus uii, suara gemuruh terus terdengar dan kadang muncul gunncangan karena getaran seismik dari Merapi..dan menjelang siang sewaktu berjalan menuju ruanga ujian getaran terjadi disertai gemuruh, dan ternyata gunung merapi terjadi letusan yang cukup hebat, dari jendela terlihat kepulan asap solfatara membumbung tinggi dan diperkirakan jauhnya mencapai 10 Km..energi waktu itu diperkirakan melebihi ledakan bom di Hiroshima.

Ujian pun tetap berlangsung, namun ada beberapa peserta yang panik dan meninggalkan ruang ujian untuk mengungsi, ada pula yang heroik ijin untuk ikut melaksanakan evakuasi di sekitar merapi..kami pun tetap tenang, dan menyaksikan letusan itu begitu hebatnya, kilat muncul petir pun menyambar dengan kerasnya, dikareknakan gesekan partikel-partikel kecil di awan sehingga menimbulkan listrik statis..
Sore hari hujan pu menyelimuti kampus, dan pulang kerumah pun harus dengan berbasah basahan..ya secara kendaraannya belum ada kap-nya..hoho..

hari berikutnya yaitu tanggal 4 Nov kembali ngawas ujian, hari itu suasana pun lebih mencekam, dari pagi hari awan kelam menyelimuti langit, seperti tidak ada hembusan angin, alam ini seperti terdiam..dan ujian tetap berlangsung, gemuru masih terus terdengar, dan guncangan-guncangan lebih terasa. waktu itu ane ngawas di lantai atas dan rekan ane berada di ruang dasar dia bertanya ke ane " kok getarannya terasa hebat ya di bawah, apa diatas juga seperti itu adanya..' ya memang gemuruh terasa kencang, kadang terdengan seperti letusan..ane pun mencoba menenangkan dengan bikang kalo itu gemuruh guntur saja..dan tidak apa-apa paling juga mau hujan..dan akhirnya terguncang lagi dan kata temen ane yang ngawas bareng sesama cewek, sempet lari keluar dari ruang ujian karena paniknya..waduw pasti jadi heboh tuh yang pada ujian..

sehabis kelar ngawas ane turun dan menuju ruang panitia, habis tu mampir ke ruang rekan ane tadi n blum pada kelar ujian, ternyata ngawasn anak mesin dan ada mahasiswa yang udah kelar ngobrol-ngobrol ama ane dan bilang ini gan 'whua tadi mbak-mbak nya itu lucu banget, masak pada lari terbirit-birit keluar ruangan..ngakak mode on katanye..trus pada duduk deket pintu aja tuh mbak e..' hoho..

dan akhirnya menjelang sore hujan deras melanda, mengiringi pulang ku ke humz..keesokan harinya adalah waktu terakhir saya ngawas ujian, dan ternyata dini hari tgl 5 Nov '10 letusan besar terjadi dan zona bahaya pun diperlebar menjadi 20 km dari puncak, so kampus kami pun di tutup dan pengungsi yang berada di GOR uii pun dipindahkan ke Stadion Meguwoharjo yang lebih aman..

sekian dulu dweh, tar ane lanjut lagee..tqvm

10 Tanda yang Menunjukan Dialah Jodoh Kita

1) Bersahaja
Kekasih kita itu bersikap bersahaja dan tidak berlakon. Cuba
perhatikan cara dia berpakaian, cara percakapan, cara ketawa serta cara makan dan minum. Adakah ia spontan dan tidak dikawal ataupun kelihatan pelik. Kalau ia nampak kurang selesa dengan gayanya, sah dia sedang berlakon. Kadang-kadang, kita dapat mengesan yang dia sedang berlakon.
Tetapi, apabila dia tampil bersahaja dan tidak dibuat-buat, maka dia adalah calon hidup kita yang sesuai. Jika tidak, dia mungkin bukan jodoh kita

2) Senang bersama
Walaupun kita selalu bersamanya, tidak ada sedikit pun perasaan bosan, jemu ataupun tertekan pada diri kita. Semakin hari semakin sayang kepadanya. Kita sentiasa tenang, gembira dan dia menjadi pengubat kedukaan kita. Dia juga merasainya. Rasa senang sekali apabila bersama.
Apabila berjauhan, terasa sedikit tekanan dan rasa ingin berjumpa dengannya. Tidak kira siang ataupun malam, ketiadaannya terasa sedikit kehilangan.

3) Terima kita seadanya
Apapun kisah silam yang pernah kita lakukan, dia tidak ambil peduli. Mungkin dia tahu perpisahan dengan bekas kekasihnya sebelum ini kita yang mulakan. Dia juga tidak mengambil kisah siapa kita sebelum ini. Yang penting, siapa kita sekarang. Biarpun dia tahu yang kita pernah mempunyai kekasih sebelumnya, dia tidak ambil hati langsung. Yang dia tahu, kita adalah miliknya kini. Dia juga sedia berkongsi kisah silamnya. Tidak perlu menyimpan rahsia apabila dia sudah bersedia menjadi pasangan hidup kita.

4) Sentiasa jujur
Dia tidak kisah apa yang kita lakukan asalkan tidak menyalahi hukum hakam agama. Sikap jujur yang dipamerkan menarik hati kita. Kejujuran bukan perkara yang boleh dilakonkan. Kita dapat mengesyaki sesuatu apabila dia menipu kita. Selagi kejujuran bertakhta di hatinya, kebahagiaan menjadi milik kita. Apabila berjauhan, kejujuran menjadi faktor paling penting bagi suatu hubungan. Apabila dia tidak jujur, sukar baginya mengelak daripada berlaku curang kepada kita. Apabila dia
jujur, semakin hangat lagi hubungan cinta kita. Kejujuran yang disulami dengan kesetiaan membuahkan percintaan yang sejati. Jadi, dialah sebaik-baik pilihan.

5) Percaya Mempercayai
Setiap orang mempunyai rahsia tersendiri. Adakalanya rahsia ini perlu dikongsi supaya dapat mengurangkan beban yang ditanggung. Apabila kita mempunyai rahsia dan ingin memberitahu kekasih, adakah rahsia kita selamat di tangannya? Bagi mereka yang berjodoh, sifat saling percaya mempercayai antara satu sama lain timbul dari dalam hati nurani mereka.
Mereka rasa selamat apabila memberitahu rahsia-rahsia kepada kekasihnya berbanding rakan-rakan yang lain. Satu lagi, kita tidak berahsia apa pun kepadanya dan kita pasti rahsia kita selamat. Bukti cinta sejati adalah melalui kepercayaan dan kejujuran. Bahagialah individu yang memperoleh kedua-duanya.

6) Senang Bekerjasama
Bagi kita yang inginkan hubungan cinta berjaya dan kekal dalam jangka masa yang panjang, kita dan dia perlu saling bekerjasama melalui hidup ini. Kita dan kekasih perlu memberi kerjasama melakukan suatu perkara sama ada perkara remeh ataupun sukar. Segala kerja yang dilakukan perlulah ikhlas bagi membantu pasangan dan meringankan tugas masing-masing. Perkara paling penting, kita dan dia dapat melalui semua ini dengan melakukannya bersama-sama. Kita dan dia juga dapat melakukan semuanya tanpa memerlukan orang lain dan kita senang melakukannya bersama. Ini penting kerana ia mempengaruhi kehidupan kita pada masa hadapan. Jika tiada kerjasama, sukar bagi kita hidup bersamanya. Ini kerana, kita yang memikul beban tanggungjawab seratus peratus. Bukankah ini menyusahkan?

7) Memahami diri kita
Bagi pasangan yang berjodoh, dia mestilah memahami diri
pasangannya. Semasa kita sakit dia bawa ke klinik. Semasa kita berduka, dia menjadi penghibur. Apabila kita mengalami kesusahan, dia menjadi pembantu. Di kala kita sedang berleter, dia menjadi pendengar. Dia selalu bersama kita dalam sebarang situasi. Tidak kira kita sedang gembira ataupun berduka, dia sentiasa ada untuk kita. Dia juga bersedia mengalami pasang surut dalam percintaan. Kata orang, �lidah sendiri lagikan tergigit, inikan pula suami isteri�. Pepatah ini juga sesuai bagi pasangan kekasih. Apabila dia sentiasa bersama kita melalui hidup ini di kala suka dan duka, di saat senang dan susah, dialah calon yang sesuai menjadi pasangan hidup kita.

8 ) Tampilkan kelemahan
Tiada siapa yang sempurna di dunia. Tipulah jika ada orang yang mengaku dia insan yang sempurna daripada segala sudut. Pasti di kalangan kita memiliki kelemahan dan keburukan tertentu. Bagi dia yang bersedia menjadi teman hidup kita, dia tidak terlalu menyimpan rahsia kelemahannya dan bersedia memberitahu kita. Sudah tentu bukan senang untuk memberitahu dan mengakui kelemahan di hadapan kekasihnya. Malah, dia tidak segan mempamerkan keburukannya kepada kita. Misalnya, apabila dia bangun tidur ataupun sakit dan tidak mandi dua hari, dia tidak menghalang kita daripada melawatnya. Apabila kita dan dia saling menerima kelemahan dan sifat buruk masing-masing, memang ditakdirkan kita hidup bersamanya.

9) Kata hati
Dengarlah kata hati. Kadangkala, manusia dikurniakan Tuhan deria keenam yang dapat mengetahui dan memahami perasaan pasangannya. Dengan deria batin ini juga kita dapat saling tahu perasaan masing-masing. Kita dan dia juga dapat membaca fikiran antara satu sama lain dan dapat menduga reaksi dan tindak balas pada situasi tertentu. Apabila kita
yakin dengan pilihan hidup kita, tanyalah sekali lagi. Adakah dia ditakdirkan untuk kita? Dengarlah kata hati dan buatlah pilihan. Serahlah segalanya pada ketentuan yang maha berkuasa.

10) Mimpi
Jodoh dan pertemuan semuanya di tangan Tuhan. Manusia hanya perancang di pentas dunia ini dan skripnya ditulis oleh yang maha esa. Adakalanya, dalam memainkan peranan sebagai pelakon, diberi petunjuk melalui mimpi. Mimpi memang mainan tidur, tetapi apabila kita melakukan sembahyang Istikharah dan memohon supaya Tuhan memberikan petunjuk, insya-Allah dengan izinnya kita mendapat mimpi petunjuk. Jika dia pilihan kita, buatlah keputusan sebaiknya. Jika tidak, tolaklah dia dengan baik. Semua yang kita lakukan ini adalah bagi mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia. Ingatlah, nikmat di dunia ini hanya sementara. Nikmat di akhirat adalah kekal selamanya. Fikirkanlah. Adakah dia jodoh kita?

sumber nya...
http://www.indonesiaindonesia.com/f/...njukkan-jodoh
/

Sunday, December 5, 2010

Kesembuhan dengan Teknik Visualisasi

Berpikir positif ternyata bisa menjadi “obat” bagi kesembuhan suatu penyakit. Itu dialami Arlin Sirait (62 tahun) dari Jakarta Selatan yang pada 2001 lalu sempat mengalami penyempitan pembuluh darah. Oleh dokter ahli jantung, ia disarankan menjalani balonisasi (penggunaan balon untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat oleh plak). Namun setelah berkonsultasi dengan dokter lain untuk mendapatkan second opinion, Arlin memutuskan untuk tidak melakukan balonisasi.

Berbekal sikap yang optimis bahwa penyakitnya akan dapat disembuhkan dan berkat kepasrahannya yang total kepada Tuhan, hingga kini Arlin tetap terlihat segar bugar tanpa harus menjalani balonisasi. Tentu saja, hal ini itu juga harus didukung kedisiplinannya mengonsumsi obat-obatan, menghindari sejumlah makanan pemicu penyakit jantung, serta ketekunannya melakukan olah raga, mulai dari jalan kaki hingga senam jantung sehat.
Di samping semua upayanya itu, selama setahun lebih ia juga mendapat therapi energi dengan kristal dari RM Sumarsono Wuryadi - seorang “reiki master” dan pengusaha dari Graha Sanjiwani, Jakarta Pusat. Sampai sekarang ia masih terus mengikuti senam jantung sehat di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Sementara obat-obatan yang harus diminumnya semakin lama dosisnya pun semakin rendah.

Jadi, jika orangtua sering mengingatkan untuk selalu berpikir positif, ternyata memang ada benarnya. Karena pikiran yang positif akan menuntun kita pada kejadian-kejadian yang sifatnya positif. Dalam proses penyembuhan penyakit, ternyata pikiran yang positif sering terbukti mempermudah kesembuhan seseorang dari penyakitnya.

RM Sumarsono Wuryadi yang juga mengajarkan teknik visualisasi di Jakarta itu menjelaskan, pikiran manusia tidak hanya memiliki kemampuan untuk mewujudkan kearifan dan pengetahuan yang luas kepada dirinya sendiri. Tetapi, pikiran juga memiliki kekuatan untuk menciptakan realitas fisik yang sesuai dengan pola yang manusia gambarkan atau manusia inginkan.

“Karena pada dasarnya, setiap realitas fisik merupakan wujud energi yang bergetar dengan tingkat getaran (frekuensi) yang berbeda. Pikiran manusia juga termasuk energi. Sehingga bila dimanfaatkan dan digunakan dengan benar pikiran manusia mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk menciptakan realitas fisik. Dan, cara menciptakan energi yang kuat tersebut adalah melalui teknik visualisasi,” katanya.

Visualisasi yang diajarkan Sumarsono adalah teknik penggunaan imajinasi untuk mewujudkan segala yang kita inginkan. Keinginan itu bisa dalam berbagai bentuk, mulai dari mengatasi krisis emosional, membentuk kondisi kesehatan yang diinginkan (membantu penyembuhan penyakit), bahkan juga mendatangkan materi yang kita butuhkan.

Visualisasi dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan alami yang ada dalam diri setiap manusia. Kekuatan tersebutlah yang akan bekerja dengan cara mengaktifkan energi yang ada di alam semesta.

“Sebenarnya tanpa disadari, banyak orang yang telah mengaktifkan energi dengan cara visualisasi ini, tetapi karena dilakukan tanpa kesadaran, maka hasilnya pun tidak mereka rasakan. Bahkan kebanyakan dari kita, tanpa sadar telah diprogram untuk berpikir negatif,” katanya.

Akibatnya, hasil visualisasi-nya cenderung negatif. Padahal visualisasi yang digunakan dengan sikap sadar dan terkendali akan dapat mengubah segalanya. Karena keberhasilan dalam mengendalikan kualitas hidup melalui teknik visualisasi hanya tergantung pada besarnya keinginan kita untuk berhasil.

Dalam praktiknya, visualisasi sebenarnya adalah proses menciptakan ide, bayangan mental, atau gambaran di lubuk hati kita yang paling dalam. Ini merupakan cara untuk bergerak memasuki tingkat kesadaran yang lain dan menanamkan gambaran yang kita buat pada tingkat tersebut. Jadi, pada pelaksanaan visualisasi kreatif, pertama-tama harus didahului dengan kemampuan untuk mencapai relaksasi pikiran, karena hanya dengan cara inilah kita dapat menyentuh energi bawah sadar dengan kuat.

“Jadi, pada saat kita sedang berada dalam kondisi yang rileks dan hening secara mental - pada saat tidak ada gangguan pada pikiran kita - saat itulah waktunya kita menggunakan imajinasi untuk memvisualkan sesuatu yang terlihat jelas. Semakin kuat keinginan kita, semakin fokus energi yang kita arahkan ke bayangan mental, sehingga potensi untuk mewujudkan bayangan ke dalam realitas fisik akan lebih kuat,” katanya.

Bayangan yang detail dan jelas akan menciptakan energi positif yang kuat. Oleh karena itu, bayangan mental tidak boleh terkikis oleh keraguan atau ambivalensi. Dalam hal ini, sikap kita harus positif dan pasti. Sama sekali tidak boleh ada keraguan, apa pun yang terjadi. Dengan begitu, kita dapat mencapai dan mendapatkan apa yang kita visualisasikan.

“Latihan meditasi dapat menempatkan kita pada hubungan yang baik dengan kearifan batin, juga akan menambah potensi keberhasilan kita dalam menjalankan teknik visualisasi ini,” tuturnya.

Sumarsono juga mengingatkan bahwa hal yang perlu benar-benar kita perhatikan adalah bahwa visualisasi hanya akan bekerja dengan baik bila kita benar-benar rileks. Semakin rileks, semakin murni energi yang kita gunakan dan ini akan memudahkan proses manifestasinya atau terwujudnya visualisasi tersebut.

Karena untuk memasuki alam bawah sadar, kita harus melalui tahap relaksasi. Tahapan ini dapat kita capai dengan cara memperlambat pernafasan yang kemudian akan memperlambat ritme gelombang otak. Saat itu gelombang otak kita melambat hingga ke frekuensi lebih rendah, yaitu antara 8 sampai 13 HZ yang kita sebut kondisi alfa. Pada tingkat inilah visualisasi kita menjadi benar-benar kuat.

Berikut ini adalah contoh teknik visualisasi untuk penyembuhan penyakit. Anda bisa mempraktikkan setiap malam hari (menjelang tidur) ataupun setiap pagi hari (bangun tidur).

Caranya, berbaringlah dengan punggung rata di dalam ruangan yang agak gelap dengan tangan-tangan Anda di sisi tubuh. Pejamkan mata. Bernafaslah yang lembut, perlahan, dan dalam. Rasakan diri Anda menjadi rileks.

Perlahan bayangkan sinar ungu melingkupi seluruh tubuh Anda dari bagian atas kepala sampai ujung jari kaki Anda. Bayangkan diri Anda terkurung di dalam sinar ungu yang menyembuhkan ini. Anda harus sangat rileks.

Selanjutnya bayangkan bulatan atau bola putih yang berkilauan berada di seputar tubuh Anda yang memerlukan penyembuhan. Lanjutkan bernafas dalam-dalam dan perlahan. Fokuskan perhatian Anda pada bola sinar putih, kemudian secara berulang-ulang pikirkan dan afirmasikan: “Sinar putih menyembuhkan saya dari segala rasa sakit.”

Tetaplah dengan visualisasi itu selama Anda menginginkannya, dan pada saat yang bersamaan secara berulang-ulang, yakinkah diri Anda bahwa sinar putih akan menyembuhkan tubuh Anda. Pada saat yang bersamaan pula, bayangkan tubuh Anda masih dilingkupi oleh sinar ungu penyembuhan.

Bila Anda sudah merasa puas dan benar-benar rileks, istirahatlah selama beberapa menit sebelum membuka mata. Anda akan merasa segar!
sunrise

Thursday, November 11, 2010

Perempuan yang di cintai suaminya

cerita ini saya ambil dari email seorang teman...
semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua...

************************************************************************

***************
>> Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun

menjelang
>> pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak

baik
>> dan lebih menuruti apa mauku.
>>
>>
>> Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam

dan
>> pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi,
>> kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit,

makannya
>> pun
>> sedikit. Aku pikir dia workaholic.
>>
>>
>> Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia
>> pulang
>> kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak
>> pernah
>> romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan

hal2
>> seperti itu sebagai ungkapan sayang.
>>
>>
>> Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua,

bahkan
>> makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja

makan
>> berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan

yang
>> terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.
>>
>>
>> Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main

dengan
>> anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat

pendiam,
>> aku
>> menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
>>
>>
>> Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan

kami.
>> Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku

tergolek
>> sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di

kantornya,
>> dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS,

karena
>> sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU,

seorang
>> perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama

meisha,
>> temannya Mario saat dulu kuliah.
>>
>>
>> Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak

pernah
>> melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya

bersinar
>> indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara,

seakan2
>> waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan

dan
>> penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin

serangga
>> yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
>>
>>
>> Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah

dulu,
>> Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman

yang
>> akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor

mereka
>> yang
>> mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya

bertemu
>> dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya

bekerja.
>>
>>
>> Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis

pada
>> Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam
>> sehari
>> bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan

mulai
>> sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan
>> komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia

bilang,
>> ada pekerjaan yang membingungkan.
>>
>>
>> Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih

dirawat di
>> RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah

kesal,
>> karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan

menyapa
>> dengan suara riangnya,
>>
>>
>> " Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak

mau
>> makan juga? uhh. dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus
>> mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring

nasi
>> itu sudah habis ditangannya. Dan..aku tidak pernah melihat tatapan

penuh
>> cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak

pernah
>> seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !
>>
>>
>> Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya
>> membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku.

Lebih
>> sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan
>> anaknya.
>> Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan

yang aku
>> buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak
>> pulang
>> kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari

rasa
>> sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
>>
>>
>> Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha
>> begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan
>> membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku
>> nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang

lucu2.
>>
>>
>> Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati
>> bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang
>> bergejolak
>> dihatinya.
>>
>>
>> Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah
>> menyangka,
>> hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
>>
>>
>> Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun,

rambutnya
>> keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil

membuka
>> password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat

papa
>> buat
>> tante Meisha ?"
>>
>>
>> Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
>>
>>
>> Dear Meisha,
>>
>>
>> Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung
>> hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan

pada
>> Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku
>> mencintainya,
>> karena dia ibu dari anak2ku.
>>
>>
>> Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2
>> mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku

memandangmu,
>> tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak
>> menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika

konflik2
>> terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak
>> sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari
>> untuk
>> mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku
>> menikahinya.
>>
>>
>> Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti
>> ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin

yang
>> tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti
>> pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun
>> tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
>>
>>
>> Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik
>> orang
>> lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan

kami.
>> Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa

melihat
>> Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia

inginkan
>> selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku,

tapi
>> tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun

ada
>> tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau

mengerti,
>> you
>> are the only one in my heart.
>>
>>
>> yours,
>>
>>
>> Mario
>>
>>
>> Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun

baru
>> berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti

dan
>> menyayangiku.
>>
>>
>> Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku.

Dia
>> mencintai perempuan lain.
>>
>>
>> Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir

setiap
>> hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan

di
>> lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
>>
>>
>> Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku

mengumpulkan
>> tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan

motor
>> untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku
>> tidak
>> pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan

baju. Aku
>> terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena

aku
>> malu
>> terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua.

Ternyata dia
>> memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
>>
>>
>> Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga

seorang
>> perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa

dia
>> tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak
>> menginginkan
>> aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan
>> melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.
>>
>>
>> Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia.
>> Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan

pura2
>> tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan

itu.
>> Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu
>> mencintainya.
>>
>>
>> **********
>>
>>
>> Setahun kemudian.
>>
>>
>> Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah
>> pemakaman
>> itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
>>
>>
>> " Mario, suamiku..
>>
>>
>> Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali

bekerja
>> dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona
>> padamu
>> yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak
>> bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin
>> memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja,

dan
>> tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya

diam
>> dan menuruti keinginanku. Aku pikir, aku si puteri cantik yang

diinginkan
>> banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku
>> sehingga mau melakukan apa saja untukku...
>>
>>
>> Ternyata aku keliru.. aku menyadarinya tepat sehari setelah

pernikahan
>> kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman

kantor
>> dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.
>>
>>
>> Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ?

Kenapa
>> kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu

menjadi
>> istriku ?"
>>
>>
>> Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
>>
>>
>> Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah

bahagia
>> bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku

bukanlah
>> wanita yang sempurna yang engkau inginkan.
>>
>>
>> Istrimu,
>>
>>
>> Rima"
>>
>>
>> Di surat yang lain,
>>
>>
>> "...Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi

sedingin
>> es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah

melihat
>> cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang

penuh
>> cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha.."
>>
>>
>> Disurat yang kesekian,
>>
>>
>> "...Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
>>
>>
>> Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2

padamu,
>> aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku
>> belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku

tidak
>> lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar

dengan
>> ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku

selalu
>> meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang

ini? Aku
>> merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau

aku
>> suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu,

dirumah
>> sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu
>> bermasalah...
>>
>>
>> Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan

tetap
>> berusaha dan menantinya...."
>>
>>
>> Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata

indahnya.
>> dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
>>
>>
>> Disurat terakhir, pagi ini.
>>
>>
>> "......Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9.

Tahun
>> lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu
>> pulang,
>> karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia.

Kemarin
>> aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah
>> kuyup,
>> karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai
>> motor.
>>
>>
>> Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran
>> dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya

tidak
>> sakit.
>>
>>
>> Tahukah engkau suamiku,
>>
>>
>> Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan

hampir 9
>> tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu

dari
>> matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?..."
>>
>>
>> Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
>>
>>
>> " Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat
>> keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya

kepadaku.
>> Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti
>> siang
>> itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi

aku
>> selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika

mama
>> menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan

kecepatan
>> tinggi.. aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante... aku

melihatnya
>> masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak.." Jelita memeluk

Meisha
>> dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk

merasakan
>> sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
>>
>>
>> Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario
>> mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya Meisha ingin Rima
>> membacanya.
>>
>>
>> Dear Meisha,
>>
>>
>> Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi

marah2
>> dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan

tubuh
>> basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya.

Tiba2
>> aku
>> baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai
>> bergetar.. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?
>>
>>
>> Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha.

Dan
>> besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan

mobil
>> mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan
>> karena
>> dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku..
>>
>>
>> Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk
>> disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya

telah
>> terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang,

ketika
>> seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.
>>
>>
>> Jakarta, 7 Januari 2009

Wednesday, October 27, 2010

Juru Kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan..

Juru Kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan akhirnya ditemukan tewas oleh tim penyelamat yang diterjunkan sejak Rabu (27/10) dinihari. Jasadnya sekitar pukul 06.05 berhasil dievakuasi dari lereng Gunung Merapi tepatnya di Desa Kinahrejo Kecamatan Cangkringan, Sleman atau berjarak sekitar 6 km dari puncak Merapi. Keterangan yang dihimpun Republika, jenasah Mbah Maridjan ditemukan dalam kondisi sujud di dalam kamarnya. Ia masih mengenakan baju batik, kopiah warna putih serta sarung. Diduga saat bencana wedhus gembel datang yang bersangkutan sedang shalat. Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Heru Trisno Nugroho membenarkan salah satu jenasah yang dikirim ke rumah sakitnya adalah Mbah Maridjan. Bintang iklan yang terkenal dengan kalimat Roso-roso itu dikirim sudah dalam kondisi tidak bernyawa. ‘’Tubuhnya sedang bersujud,’’ kata Heru kepada Republika.

Tribunnews.com/fx ismanto
Mbah Maridjan lahir tahun 1927 di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dia mempunyai seorang istri bernama Ponirah (73), 10 orang anak (lima di antaranya telah meninggal), 11 cucu, dan 6 orang cicit.

Anak-anak Mbah Maridjan yang masih hidup bernama Panut Utomo (50), Sutrisno (45), Lestari (40), Sulastri (36), dan Widodo (30). Mereka ada yang memilih tinggal di Yogyakarta dan ada pula yang di Jakarta.

Di antara anak-anak Mbah Maridjan, juga ada yang siap mewarisi tugas sebagai juru kunci Gunung Merapi dan kini telah menjadi abdi dalem Keraton Yogyakarta.

Pada tahun 1970 Mbah Maridjan diangkat menjadi abdi dalem Keraton Kesultanan Yogyakarta dan oleh Sultan Hamengku Buwono IX diberi nama baru, yaitu Mas Penewu Suraksohargo1. Pada saat itu, sebagai abdi dalem, Mbah Maridjan diberi jabatan sebagai wakil juru kunci dengan pangkat Mantri Juru Kunci, mendampingi ayahnya yang menjabat sebagai juru kunci Gunung Merapi.

Pada saat menjadi wakil juru kunci, Mbah Maridjan sudah sering mewakili ayahnya untuk memimpin upacara ritual labuhan di puncak Gunung Merapi. Setelah ayahnya wafat, pada tanggal 3 Maret 1982, Mbah Maridjan diangkat menjadi juru kunci Gunung Merapi.

Sebagai seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta dengan jabatan juru kunci, Mbah Maridjan juga menunjukkan nilai-nilai kesetiaan tinggi. Meskipun Gunung Merapi memuntahkan lava pijar dan awan panas yang membahayakan manusia, dia bersikukuh tidak mau mengungsi.

Sikapnya yang terkesan mbalelo itu semata-mata sebagai wujud tanggung jawabnya terhadap tugas yang diamanatkan oleh Ngarsa Dalem.

Terima kasih atas kepedulian rekan - rekan relawan dari luar DIY, untuk saat ini potensi relawan sudah cukup banyak, untuk itu bagi rekan - rekan yang ingin membantu silahkan dalam bentuk sumbangan berupa dana dan logistik utk korban merapi.

Bantuan kami terima di PUSAT INFORMASI RESPON MERAPI BERADA DI SEKRETARIAT MAPALA KAPAKATA. jl. nangka II, maguwoharjo. kampus Institut Pertanian STIPER Joga(INSTIPER)
Bisa jg menghubungi nmr ini (081326008001 a/n yo2n / thole Gapadri)

Tuesday, September 21, 2010

STEMSA M4-2000

Syawalan dan pembentukan pengurus forum keluarga Stemsa M4..

Terjadi pada hari Minggu tanggal 12 Spetember bertempat di rumah rekan Purwanto di daerah Kasongan mBantul ,, banyak rekan datang dari berbagai kota seperti Solo, Surabaya, Tangerang, Lampung, Batam, Bekasi, dan banyak lainya termasuk kota Djogja sendiri..atas ide kami, terbentuk kepengurusan : ketua oleh Hartanto, Sekr: Deni Aji ( Ucil), Bndahara : Adi Photobucket

Photobucket


Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

sekian dan terima kasih bro

Monday, August 23, 2010

kerupuk keplang

istimewa,,setelah lama tak jumpa ama mahasiswa satu ini, akhirnya nongol di lab bro..n bawa oleh-oleh deh dari kampungnya...luar biasa...